Pendidikan dan Biaya Hidup Gratis, Seleksi Atlet DBON di Unesa Mulai Juli


Pendaftaran dan seleksi peserta atlet DBON (Desain Besar Olahraga Nasional) akan dimulai awal Juli 2022. Sementara pembinaan atlet akan dimulai pada 27 Juli 2022 mendatang.

Sasaran program Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yaitu siswa lulusan sekolah dasar (SD) atau yang akan masuk sekolah menengah pertama (SMP) di seluruh Indonesia.

Atlet yang lolos seleksi, akan menjadi anak negara alias ditanggung negara. Mereka tetap mendapatkan pendidikan atau melanjutkan sekolah formal.

Universitas Negeri Surabaya (Unesa), sebagai salah satu sentra pembinaan bekerjasama dengan Kemendikbudristek dan termasuk Labschool UNESA yang nantinya sebagai tempat atlet belajar sebagaimana siswa pada umumnya. Kendati demikian, program pendidikan mereka khusus dan berbeda dari program pendidikan para siswa yang common.

“Mereka (atlet, pink) ini tidak seperti sekolah umum. Kurikulumnya khusus. Mereka nanti hanya belajar empat jam pelajaran dalam sehari. Setelah itu latihan. Atlet ini berlatih sambil sekolah, bukan sekolah sambil berlatih. Ini yang harus dibedakan. Sehingga harapannya, atlet bisa terus berlatih dan fokus,” kata Prof. Dr. H. Hari Setijono, M.Pd., dari Tim DBON seperti dalam siaran pers Unesa, Selasa (7/6/2022).

Prof. Dr. Nurhasan, M.Pd Rektor Unesa mengatakan pihaknya sudah berpengalaman menjadi pusat pembinaan atlet di Jawa Timur, termasuk sebagai pusat latihan daerah (Puslatda). Karena itu, tentu sangat siap untuk menerapkan dan menjalankan program pembinaan atlet DBON tersebut.

“Semoga ini bisa berjalan lancar sesuai harapan. Atlet-atlet bisa berlatih dan belajar dengan baik dan beberapa tahun ke depan bisa menjadi atlet andalan Indonesia di kancah dunia. Ini tugas kita bersama dan goal kita bersama,” ujarnya.

Dr. M. Aziz, M.Pd., dari Tim Overview Kemenpora RI mengatakan bahwa secara umum Unesa sangat layak menyeleksi dan membina atlet DBON. Unesa sudah menyiapkan fasilitas cabang olahraga dan akomodasi untuk memaksimalkan pembinaan atlet DBON. Unesa juga menyiapkan pelatih dan ketenagaan lain seperti ahli gizi, ahli energy and conditioning dan ahli-ahli lainnya.

“Standar fasilitas dan semuanya nasional dan internasional. SDM-nya tentu tidak diragukan lagi, sudah mumpuni. Ada para ahli, ada psikolog, ada dokter, lengkap. Memang ada beberapa yang perlu dibenahi dan saya rasa itu bisa dilakukan,” ujarnya setelah meninjau persiapan Unesa sebagai salah satu pusat pembinaan atlet DBON.

Dia menambahkan, ada 14 cabor yang masuk dalam program DBON. Pembinaan dilakukan di 10 sentra. Untuk awal implementasi program tersebut hanya dilakukan di empat sentra pembinaan yaitu di Unesa, UPI, Unnes dan UNJ. Dia berharap, implementasi DBON tersebut bisa berjalan lancar dan goal prestasi olahraga nasional bisa tercapai.

“Goal kita bukan SEA Video games. SEA Video games tetap menjadi bagian dari tujuan tetapi sebagai tujuan perantara. Goal kita lebih tinggi lagi, yaitu pekan olahraga internasional atau olimpiade. Ini bukan mimpi, tetapi bagian dari goal yang diharapkan Pak Menteri (Zainudin Amali, pink) dan perlu dikerjasamakan dan dicapai bersama,” ungkapnya.(iss/ipg)



Leave a Reply

%d bloggers like this: